pertama bisa membantu para pendaki buat informasi gunung yang mereka tuju dan juga bisa mencari data , biaya regis . di dalam app yang saya buat ini akan ada data gunung, biaya regis , dan data ter update . app ini saya bikin untuk mempermudah para pendaki / orang yang inggin ke gunung tersebut .
Saya berusaha menghilangkan kecemasan soal : ” akan merepotkan, fisik yang lemah ataupun soal makanan”.
Jalan selalu terbuka bagi orang bertekad baja
Saya tak membiarkan pikiran negatif menguasai saya.
Semakin
saya memikirkan soal merepotkan, soal fisik dan soal hal tidak penting
yang saya buat-buat sendiri dipikiran saya, hal itu membuat saya semakin
terpuruk dan akhirnya malah membuat teman-teman mendaki saya khawatir.
Saya
beryukur memiliki rekan pendakian yang begitu baik. Lelucon dan candaan
mereka disepanjang perjalanan membuat saya bersemangat dan melupakan
pikiran-pikiran tidak penting.
Teruslah melangkah, banyak hal yang mesti dinikmati disepanjang perjalanan.
2. Persiapan fisik
Persiapan fisik merupakan suatu hal yang sangat penting. Sepele tapi sangat berpengaruh bagi tubuh dan pernapasan. Persiapan fisik yang saya lakukan adalah joging minimal 2 kali seminggu sebelum pendakian.
3. Hilangkan kekhawatiran tentang logistik
Saya
membawa logistik secukupnya, mengenyangkan dan juga memiliki nutrisi
yang cukup untuk tubuh. Hindari membawa makanan instan yang justru
membuat tak-berenergi.
Saya tak pernah melupakan gula merah,
karena sangat efektif meningkatkan stamina saat energi mulai melemah.
Selain itu saya lebih suka membawa buah, sayur, telur dan beras yang
saya kemas didalam nasting daripada membawa mie-instan, walaupun sedikit
ribet tapi lebih memberikan energi daripada mie-instan.
Selain gula merah, cokelat dapat menjadi alternatif.
4. Pemilihan pakaian yang tepat
Saat
mendaki, jangan sampai salah memilih pakaian. Pakailah pakaian yang
longgar, usahakan bahan non¬jeans karena memperlambat berjalan.
Selain itu saya selalu memilih bahan yang mudah kering jika terkena hujan.
Kala
itu, saat pendakian Semeru, saya memakai celana jeans. Dan setelahnya,
saya benar-benar kapok menggunakan jeans untuk pendakian.
Sangat tidak nyaman untuk berjalan dan peredaran darah sekitar kaki tidak lancar sehingga mengakibatkan kram.
5. Ingat pada tujuan
Setiap pendakian memang lumayan menguras energi, hingga ada titik dimana akan terasa sangat melelahkan.
Pada saat itu, hanya ada 2 hal yang bisa dilakukan. Berhenti atau tetap melanjutkan pendakian.
Selain punya pantai-pantai super cantik yang
membuat orang malas pulang, Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat punya
primadona lain yang membuat banyak wisatawan jatuh cinta. Primadona
tersebut adalah Gunung Rinjani. Gunung Rinjani sering disebut sebagai
wisata trekking terbaik di Asia Tenggara. Jika kamu pernah melihat
keindahan Gunung Rinjani langsung dengan mata kepala sendiri, tentu kamu
akan mengiyakan pendapat itu dengan sangat mudah.
Gunung Rinjani adalah gunung yang komplit. Ia punya padang sabana
cantik yang ditumbuhi bunda edelweis, ia juga punya pemandangan sunrise
yang menawan. Dari semua keindahan yang ada di Gunung Rinjani, Danau
Segara Anak adalah yang paling dicari. Danau yang berada di
ketinggian 2.000 mdpl ini merupakan permata paling indah di Gunung
Rinjani. Keindahan danau ini juga dapat kita saksikan dari puncak
Rinjani. Yang unik dari Gunung Rinjani adalah keberadaan Gunung Barujari
yang berada di tengah-tengah Danau Segara Anak. Gunung Barujari adalah
gunung yang berada di atas gunung sehingga gunung ini sering disebut
sebagai anaknya Gunung Rinjani
2. Gunung Semeru
Gunung Semeru merupakan gunung paling indah sekaligus paling
tinggi di Pulau Jawa. Gunung ini telah menjadi legenda sejak lama. Mulai
dari jaman Su Hok Gie hingga jamannya pendaki kekinian seperti
sekarang. Keindahan gunung ini tak pernah lekang termakan waktu.
Keindahan gunung ini membuat para pendaki dari berbagai daerah rela
datang jauh-jauh. Gunung Semeru juga merupakan salah satu gunung paling
ramai. Maksimal kuota pendakian yang hanya 500 membuat para pendaki
kadang harus antre di Ranu Pani.
Sama seperti Rinjani, Gunung Semeru juga memiliki permata super
cantik dalam diri Ranu Kumbolo. Sebuah danau alami yang berada pada
ketinggian 2.400 mdpl. Di depan Ranu Kumbolo ada Tanjakan Cinta yang
juga tidak kalah terkenal di kalangan pendaki. Kemudian ada Oro-oro Ombo
yang ditumbuhi oleh bunga lavender. Dengan semua keindahan yang
dimilikinya, wajar kalau Gunung Semeru menjadi incaran para pendaki
dimanapun berada. Apalagi keindahan gunung ini juga pernah di-film kan.
3. Gunung Prau
Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah dikenal memiliki bentang alam
pegunungan yang sangat indah. Salah satu tempat terbaik yang wajib
dikunjungi di Dieng adalah Gunung Prau. Gunung ini merupakan tanah
tertinggi dalam barisan Dataran Tinggi Dieng. Dari puncak gunung ini
kita bisa melihat pemandangan puncak Gunung Sindoro dan Sumbing yang
terlihat begitu gagah dan elegan. Gunung Prau juga merupakan tempat
terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit di Dieng selain
Puncak Sikunir.
Gunung Prau memiliki puncak berupa padang rumput yang sangat
luas. Di sekitar puncak kita akan melihat barisan bukit-bukit yang
sering disebut sebagai Bukit Teletubies. Yang menarik dari Gunung Prau
adalah tingginya yang “hanya” 2.565 mdpl dengan track pendakian yang
tidak terlalu sulit sehingga siapapun bisa mendaki gunung ini dan
menikmati keindahan dari puncaknya. Banyak juga pendaki yang berpendapat
bahwa Gunung Prau adalah gunung yang memiliki pemandangan sunrise
paling indah.
4. Gunung Merbabu
Selain Gunung Prau, gunung lain di Jawa Tengah yang memiliki
pemandangan luar biasa indah adalah Gunung Merbabu. Gunung ini berada di
antara perbatasan Kabupaten Magelang, Boyolali serta Semarang. Gunung
Merbabu menyajikan keindahan berupa padang sabana yang bisa kita nikmati
dari lereng-lereng puncak serta puncak. Gunung Merbabu sendiri punya
beberapa jalur pendakian. Namun, jalur yang dikenal memiliki view paling
indah adalah jalur Selo yang berada di kabupaten Boyolali. Mendaki
Gunung Merbabu via Selo kita akan disuguhi oleh pemandangan padang
sabana yang akan membuat rasa lelah tak begitu terasa.
Di sabana terakhir sebelum puncak, pemandangan semakin indah
berkat kehadiran bunga-bunga edelweis yang tumbuh di lereng-lereng
bukit. Jika sedang musimnya, pemandangan ini akan terlihat sangat indah
dan fotogenik. Gunung Merbabu sendiri punya tiga puncak tertinggi yakni
Kenteng Songo, Trianggulasi serta Syarif. Yang istimewa dari pendakian
gunung Merbabu via Selo adalah kita akan disuguhi pemandangan Gunung
Merapi yang berada tepat di hadapan mata. Gunung Merapi terlihat sangat
indah dari Gunung Merbabu.
5. Gunung Gede dan Pangrango
Gunung Gede merupakan salah satu gunung paling “laris” di Jawa
Barat. Sebabnya apalagi kalau bukan pemandangan indah yang dimilikinya.
Tempat yang paling indah di Gunung Gede adalah Alun-alun Suryakencana.
Tempat ini merupakan padang rumput yang dipenuhi bunga edelweis.
Alun-alun Suryakencana merupakan salah satu tempat terbaik untuk
menikmati pemandangan sang bunda abadi, Edelweis.
Alun-alun Suryakencana berada di ketinggian 2.750 mdpl. Dibalik
keindahannya, tempat ini memiliki sebuah mitos. Konon, di Alun-alun
Suryakencana kadang-kadang terdengar suara seperti kaki kuda. Suara
tersebut dipercaya sebagai suara kuda yang ditunggangi oleh Pangerah
Suryakencana bersama rakyat jin. Pangeran Suryakencana sendiri
merupakan putra dari pendiri kota Cianjur yakni Pangeran Aria
Wiratanudatar dari hubungannya dengan bangsa jin. Menurut mitos,
Pangeran Suryakencana bersemayam di sekitar Alun-alun Suryakencana.
Apapun mitosnya, yang jelas Alun-alun Suryakencana memiliki pemandangan
yang sedap dipandang
Gunung Gede sendiri berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango. Selain Gunung Gede, di kawasan taman nasional ini juga
terdapat gunung Pangrango yang juga memiliki padang rumput yang dipenuhi
Bunga Edelweis. Namanya adalah Mandalawangi.
6. Gunung Papandayan
Selain Gunung Gede dan Pangrango yang terkenal dengan Alun-alun
Suryakencana serta Mandalawangi, gunung lain di Jawa Barat yang
memililiki keindahan serupa (padang bunga edelweis) adalah Gunung
Papandayan. Di Gunung Papandayan, tempat dimana bunga-bunga edelweis
tumbuh dan memamerkan keindahannya dikenal dengan Tegal Alun.
Sebagaimana Suryakencana dan Mandalawangi, Tegal Alun juga merupakan
salah satu tempat terbaik di Indonesia untuk melihat indahnya Bunga
Edelweis.
Gunung Papandayan sendiri merupakan sebuah gunung yang berada di
kabupaten Garut. Gunung ini juga dikenal memiliki beberapa kawah yang
dapat kita jumpai di beberapa titik jalur pendakian. Beberapa kawah yang
cukup terkenal di Gunung Papandayan antara lain Kawah Mas, Kawah Baru,
Kawah Nangklak, dan Kawah Manu.
7. Gunung Bromo
Pemerintah Jawa Timur menjadikan Gunung Bromo sebagai salah satu
destinasi wisata unggulan. Tentu saja, penunjukan ini disebabkan karna
Gunung Bromo memiliki pemandangan yang layak untuk dipromosikan secara
luas. Gunung Bromo sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu gunung
yang memiliki pemandangan sunsrise yang sangat indah. Lokasinya berada
di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pemandangan sunrise di
Bromo semakin cantik karna kita bisa melihat rangkaian puncak-puncak
gunung di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Gunung Bromo
juga dikenal dengan gumul pasirnya yang sangat luas. Kendaraan jeep
serta kuda menjadi pemandangan yang biasa di Gunung Bromo. Gunung Bromo
sendiri memiliki tinggi 2.329 mdpl. Selain pemandangan sunrise serta
gumul pasir, Gunung Bromo juga terkenal dengan kawahnya yang bisa kita
capai menggunakan tangga yang telah disediakan.
8. Gunung Ijen
Gunung lain di Jawa Timur yang memiliki pemandangan spektakuler
adalah Gunung Ijen. Gunung ini berada di antara tiga kabupaten di Jawa
Timur yakni Banyuwangi Situbondo dan Bondowoso. Namun, pos pendakian
gunung ini berada di Desa Paltuding, Kecamatan Kecamatan Licin,
Banyuwangi. Gunung Ijen bisa diketegorikan sebagai gunung yang tidak
tinggi karna tingginya tidak sampai 3.000 mdpl. Gunung ini memiliki
ketinggian maksimal 2.443 mdpl. Yang istimewa dari gunung ini adalah
pemandangan api biru yang akan terlihat begitu keren pada dini hari.
Yap, Gunung Ijen sangat terkenal dengan pemandangan api birunya.
Sebuah fenomena alam langka yang konon hanya ada dua di dunia. Api biru
tersebut berasal dari cairan belerang yang ditambang secara tradisional
oleh masyarakat di sekitar Gunung Ijen. Untuk menikmati keindahan api
biru di Ijen kita bisa mendaki Gunung Ijen pada malam hari. Pemandangan
maksimal di Gunung Ijen akan kita dapatkan pada dini hari ketika malam
semakin peka.
9. Gunung Kelimutu
Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur juga memiliki sebuah gunung
dengan pemandangan yang sangat menawan. Gunung tersebut adalah Gunung
Kelimutu. Tinggu Gunung Kelimutu sendiri hanya 1.639 mdpl namun
pemandangan yang ditawarkan benar-benar keren. Di puncak gunung ini
terdapat tiga buah danau yang dikenal dengan Danau Tiga Warna karna
masing-masing air di danau tersebut memiliki warna yang berbeda-beda.
Warna air di danau ini kadang juga berubah seiring waktu. Ketiga danau
tersebut memiliki nama masing-masing antara lain Tiwu Nuwa Muri Koo Fai
(danau biru), Tiwu Ata Polo (danau merah) dan Tiwu Ata Mbupu (danau
putih).
Gunung ini juga memiliki banyak mitos. Salah satu mitos
menyebutkan kalau air di ketiga danau ini sampai melebur menjadi satu
maka dunia akan kiamat. Masyarakat di sana juga percaya bahwa perubahan
air di danau ini (yang perubahannya sangat jarang terjadi) merupakan
tanda bahwa telah terjadi sebuah peristiwa alam luar biasa di bumi.
10. Gunung Patuha
Gunung yang juga memiliki pemandangan alam sangat indah adalah
Gunung Patuha. Nama gunung ini mungkin masih cukup asing. Namun, jika
disebutkan Kawah Putih, semua pasti sudah tahu dimana gunung ini berada.
Yap, Gunung Patuha merupakan sebuah gunung yang berada di kabupaten
Bandung, Jawa Barat. Kawah Putih merupakan bagian dari Gunung Patuha
yang lebih dikenal orang daripada Gunung Patuha itu sendiri. Danau kawah
dengan air berwarna biru toska tersebut menjadi sebuah tempat yang
disukai banyak wisatawan. Keindahannya juga menggoda banyak pasangan
muda untuk melakukan foto pre-wedding
Gunung Patuha sendiri memiliki tinggi 2.386 mdpl. Dengan
keberadaan Kawah Putih yang merupakan hasil letusan Gunung Patuha pada
abad ke-1o, bolehlah kalau menyebut gunung ini sebagai gunung terindah
yang ada di Bandung
Kegiatan melatih otot kaki bisa dilakukan dengan lari di pagi hari
atau sore hari, diusahakan rutin dilakukan seminggu sebelum mendaki .
kegiatan ini bertujuan untuk melatih otot kaki agar tidak kaget dalam
mendaki gunung mengingat trek yang harus dilalui tidak lah mudah. Tapi
jangan khawatir apabila kamu bisa rutin dalam melakukan kegiatan ini,
trek yang sesulit apapun mampu kamu lewati dengan mudah. Selain lari
pagi ada juga hal yang harus kamu latih yaitu kesimbangan. Untuk melatih
keseimbangan, bisa dilakukan dengan senam-senam kecil seperti berdiri
beberapa saat dengan satu kaki . Kegiatan ini ideal dilakukan setelah
lari pagi atau sore sudah kamu lakukan. Apabila lari pagi atau sore dan
senam kecil sudah kamu lakukan secara rutin, kamu sudah lolos tahap
awal dalam persiapan medaki gunung bagi pemula.
2. Jaga Kesehatan
Kesehatan merupakan hal yang paling vital dalam proses pendakian
gunung, bayangkan saja apabila naik gunung dalam keadaan tidak fit.
Meurut pengalaman saya, dulu waktu naik gunung sindoro
ada salah satu teman saya dalam keadaan tidak fit nekat untuk naik
gunung, alahasil teman saya itu berhenti di tengah jalan alias tidak
sampai. Tidak Cuma itu saja, dalam masa pejalanan teman saya itu hanya
mebuat susah pendaki yang lain karena menghambat perjlanan dan terus
mengeluh. Tentunya kamu tidak mau kan hal tersebut terjadi pada diri
kamu, tapi tenang saja saya punya tips agar hal tersebut tidak terjadi
yaitu diusahakan jangan tidur terlalu larut malam seminggu sebelum
mendaki gunung dan tidurlah secara cukup. Kalo perlu konsumsi lah
vitamin agar kamu teteap fit sampe hari untuk mendaki telah tiba.
Setelah persiapan fisik sudah di lakukan kini tinggal mempersiapkan
peralatan yang harus dibawa di saat kamu mau mendaki gunung.
Perlengkapan mendaki gunung juga hal yang patut kamu siapkan dengan
baik, bisa fatal akibatnya kalau kamu tidak mempersiapkan peralatan yang
akan kamu bawa. Cerita tentang pengalaman saya lagi hehehe, karena dari
pengalaman kita akan belajar. Dulu waktu pertama kali mendaki gunung
saya kurang memperhatikan dalam mempersiapkan peralatan mendaki gunung.
Alhasil kegiatan mendaki gunung yang saya lakukan tidak seindah yang
dibayangkan karena kurangnya dalam peralatan. Tentu hal tersebut tidak
ingin terjadi pada kamu kan. Nah maka dari itu berikut peralatan yang
wajib di bawa ketika mendaki gunung. Yang pertama yaitu jaket, sarung
tangan, tutup kepala, sepatu gunung, kaos kaki, tas besar, tas kecil,
sleeping bag, tenda, matras, senter, tongkat untuk meringankan beban
tubuh, mantol, peralatan memasak gunung jika diperlukan dan tidak lupa
yaitu kamera buat selfie di puncak gunung . jangan lupa sebelum naik gunung kamu cek dulu perlengkapan kamu.
4. Konsumsi Yang Harus Dibawa
Konsumsi merupakan salah satu hal yang penting dalam proses mendaki gunung. Dulu saya pernah gagal sampai puncak gara-gara kehabisan konsumsi. Nah berikut konsumsi yang harus kamu bawa yaitu air putih 2 botol berisi 1.5L, Roti, Nasi + lauk kalo perlu, Mie instant, coklat untuk menambah tenaga kamu saat mendaki, kopi atau sejenisnya dan air cadangan. Itu merupakan konsumsi pokok yang harus saya bawa ketika mendaki gunung.i
5. Cara berjalan ketika mendaki
Ketika mendaki gunung juga tidak asal-asalan dalam berjalan, pastinya
kamu tidak mau kan hal yang buruk terjadi pada kamu. Ya saya akan
berbagi tips untuk berjalan di sulitnya trek gunung. Yaitu dengan kaki
selalu lentur setiap kali menapakan kaki di tanah dan tetap focus pada
pijakan. Apabila kaki kamu kaku maka kemungkinan cidera bisa terjadi dan
itu akan menghambat kamu dalam proses mendaki.
6. Jangan malu untuk meminta berhenti jika capek
Sebagai pendaki pemula pastinya kemampuan dalam mendaki tidak seperti
merekan yang sudah terbiasa, maka kamu tidak perlu malu berkata capek
dan minta untuk berhenti sejenak. Daripada di paksakan malah tidak baik.
7. Diusahakan tidak mengeluh
Mengeluh dalam perjalanan mendaki merupakan hal yang tidak baik untuk di lakukan. Dengan mengeluh akan mempengaruhi psikis dalam diri kita dan bisa berimbas pada tubuh. Dalam proses pendakian sebaiknya jangan mengeluh walaupun dalam keadaan seperti apapun, alangkah baiknya menyemangati diri sendiri dan selalu ceria agar perjalan mendaki gunung mu tidak terasa semakain berat dan yang pasti mengasyika
8. Jangan membuang sampah di gunung
Tentu kita tidak inign kan indahnya lembah gunung yang di berikan
tuhan kepada kita di kotori dengan sampah, maka jangan membuang sampah
digunung. Alangkah baiknya jika sampah yang kita hasilkan di bawa turun.
9. Ikuti instruksi dan larangan petugas gunung
Sebelum mendaki kita tentunya harus mendaftar dulu ke petugas gunung
setempat, nah setelah kita melakukan proses pendaftaran tersebut
pastinya petugas gunung akan memberikan intruksi dan larangan ketika
kita dalam perjalan mendaki gunung. Maka patuhilah instruksi dan
larangan yang merekan sampikan.
Di urutan ke-20 sebagai gunung tertinggi di Indonesia adalah Gunung
Agung. Gunung ini terletak di Pulau Bali, tepatnya di Kecamatan Rendang,
Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Di ukur dari permukaan laut,
Gunung Agung tingginya sekitar 9.944 ft atau 3.031 mdpl. Di atas gunung
yang bertipe Stratovolkano ini terdapat sebuah Pura terpenting di Pulau
Bali, yaitu Pura Besaikh. Jika Anda naik ke puncak gunung ini, maka Anda
bisa melihat dengan jelas puncak Gunung Rinjani yang terletak di Nusa
Tenggara Barat.
19. Gunung Ciremai (3.084 mdpl)
Gunung selanjutnya yang tertinggi di Indonesia adalah Gunung Ciremai.
Gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini memiliki ketinggian
sekitar 10.098 ft atau 3.084 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung
Ciremai adalah salah satu gunung api yang masih aktif, berbentuk
kerucut, dan di atasnya terdapat kawah ganda, yaitu kawah timur dengan
lebar 400 meter dan kawah barat yang memiliki lebar 600 meter. Ketika
Anda naik pada ketinggian 2.900 meter, maka Anda akan menemukan sebuah
titik bekas letusan masa lalu yang telah membentuk gowa. Oleh
orang-orang sekitar, gowa tersebut diberinama Gowa Walet. Sekarang ini,
gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut ditetapkan pemerintah sebagai
kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC).
18. Gunung Sindara (3.136 mdpl)
Di urutan 18 gunung tertinggi di Indonesia diisi oleh gunung Sindara
(Sindoro/Sundoro). Gunung ini terletak di Provinsi Jawa Tengah, dan
termasuk ke dalam jenis gunung api yang sedang tidur. Letusan
terakhirnya terjadi pada tahun 1971. Di atas permukaan laut, ketinggian
gunung Sindara mencapai 10.289 ft atau sekitar 3150 mdpl. Di sisi
selatan ke barat laut gunung, dapat ditemukan kawah-kawah yang disertai
jurang. Kawah terbesar disebut Kembang. Hingga saat ini, kita masih
dapat menemukan sebuah kubah lava kecil pada puncaknya.
17. Gunung Merbabu (3.142 mdpl)
Urutan selanjutnya dalam daftar gunung tertinggi di Indonesia adalah
gunung Merbabu. Sebuah gunung api tipe strato yang terakhir kali meletus
pada tahun 1797. Gunung Merbabu terletak di Kabupaten Magelang,
Provinsi Jawa Tengah dengan ketinggian 10.318 ft atau 3.142 mdpl. Gunung
ini cukup populer di kalangan para pendaki, medannya tidak terlalu
berat. Namun, para pendaki harus waspada dengan kabut tebal, udara
dingin, ketiadaan sumber air, dan hutan yang tidak mendukung untuk
sarana survival karena jenis tumbuhannya yang homogen.
16. Gunung Dempo (3.173 mdpl)
Tertinggi ke-16 ditempati oleh gunung Dempo. Gunung ini terletak di
perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu. Gunung jenis
stratovolcano menjulang tinggi dengan ketinggian 3.173 di atas permukaan
laut. Untuk mencapai puncaknya, dibutuhkan waktu 5-6 jam dengan
berjalan kaki. Para pendaki akan disuguhi pemandangan indah, akan tampak
dari puncak hamparan provinsi Bengkulu dan Lautan Hindia. Para pendaki
tidak perlu khawatir kehabisan air minum sebab di gunung ini sangat
mudah ditemukan sumber mata air jernih yang bisa diminum.
15. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Urutan selanjutnya dalam daftar gunung tertinggi di Indonesia adalah
gunung Lawu. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 3.265 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Gunung Lawu terletak di perbatasan Provinsi Jawa
Timur dan Jawa Tengah. Termasuk ke dalam salah satu gunung api
semi-aktif, letusan terakhirnya terjadi pada tahun 1885. Terdapat 3
puncak yang sering menjadi sasaran pendaki, yaitu puncak Hargo Dumilah,
Hargo Dalem, dan Hargo Dumiling. Para pendaki akan menemukan uap air dan
belerang di lereng-lerengnya. Gunung ini menjadi salah satu tempat
wisata sejarah karena terdapatnya Candi Cetho dan Candi Sukuh pada sisi
barat.
14. Gunung Raung (3.344 mdpl)
Gunung Raung menempati posisi ke-14 sebagai gunung tertinggi di
Indonesia. Gunung yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini menjulang
tinggi 3.344 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini termasuk
gunung merapi aktif, letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2015 lalu.
Jenis letusannya adalah Strombolian, yaitu letusan kecil secara
terus-menerus sambil mengeluarkan pijar. Puncak gunung rawu memiliki
sistem kawah terbuka yang menyebabkan lava pijar hasil letusan kembali
lagi ke dalam kawah.
13. Gunung Yaramamafaka (3.370 mdpl)
Gunung Yaramamafaka adalah salah gunung tertinggi yang terletak di Pulau
Papua. Gunung ini menempati posisi ke-13 sebagai gunung tertinggi di
Indonesia dengan ketinggian 3.370 mdpl. Gunung Yaramamafaka berada
sangat dekat dengan puncak gunung tertinggi lainnya di Papua, seperti
Gunung Mandala, Gunung Jawa, dan lain-lain.
12. Gunung Sumbing (3.371 mdpl)
Gunung tertinggi selanjutnya adalah Gunung Sumbing, menempati posisi
ke-12 dalam daftar ini. Gunung Sumbing termasuk ke dalam salah satu
gunung api yang berdiri tegak pada ketinggian 3.371 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Gunung ini terletak di Provinsi Jawa Tengah, pada
tiga kabupatan sekaligus, yaitu Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan
Magelang. Gunung ini juga menjadi favorit para pendaki melewati desa
Garung di kaki gunung Sumbing. Pada lereng-lerengnya, banyak ditemukan
lahan pertanian warga.
11. Gunung Slamet (3.428 mdpl)
Posisi ke-11 gunung tertinggi di Indonesia adalah Gunung Slamet. Gunung
ini merupakan gunung yang paling tinggi di Jawa Tengah. Berdiri tegak
dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut. Gunung ini
merupakan gunung merapi aktif jenis stratovolcano, pernah mencapai level
waspada pada tahun 2014 lalu. Bagi para pendaki, kawasan gunung Slamet
sangat populer meskipun harus melewati medan pendakian yang cukup sulit.
Di kaki gunung ini pula terdapat kawasan wisata Baturraden yang menjadi
andalan Kabupaten Banyumas.
10 Besar Gunung Tertinggi di Indonesia
10. Gunung Latimojong (3.478 mdpl)
Gunung Latimojong menempati posisi ke-10 sebagai gunung tertinggi di
Indonesia. Terletak tepat di tengah-tengah Provinsi Sulawesi Selatan,
tepatnya di Kabupaten Enrekang. Gunung ini merupakan gunung paling
tinggi di Sulawesi Selatan dengan ketinggian 3.478 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Gunung ini membentang dari selatan ke utara. Di
selatan adalah Kabupaten Sidrap, di Utara adalah Kabupaten Tana Toraja,
di Barat adalah Kabupaten Enrekang, dan di sebelah timur adalah
Kabupaten Luwu. Puncak tertingginya bernama Rante Mario. Para pendaki
yang berniat naik puncak Latimojong harus ekstra hati-hati. Medan yang
cukup sulit serta banyaknya persimpangan jalan sehingga rawan membuat
pendaki tersesat.
9. Gunung Sanggar (3.492 mdpl)
Di posisi ke-9 sebagai gunung tertinggi di Indonesia ditempati oleh
salah satu gunung yang terletak di NTB, yaitu Gunung Sanggar. Meskipun
masuk ke dalam jajaran gunung tertinggi dengan ketinggian 3.492 meter di
atas permukaan laut (mpdl), namun nama gunung Sanggar kurang populer,
tenggelam oleh kepopuleran gunung Rinjani yang terletak di kawasan yang
sama. Padahal, gunung Sanggar juga akan menyuguhkan petualangan
pendakian serta pemandangan indah yang tidak kalah dengan gunung
Rinjani. Buat para pecinta “atap-atap langit”, maka gunung ini layak
untuk di coba.
8. Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Gunung tertinggi selanjutnya adalah gunung Semeru, menempati posisi ke-9
dalam daftar ini. Gunung Semeru terletak di Provinsi Jawa Timur,
Indonesia. Berdiri tegak dengan ketinggian puncak 3.676 meter dari
permukaan laut (mdpl). Secara administratif, gunung Semeru mencakup 2
kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Gunung ini termasuk ke dalam gunung merapi aktif tipe Stratovolcano di
Pulau Jawa dan tertinggi ketiga di Indonesia. Letusan terakhirnya
terjadi pada tahun 2008 lalu. Gunung Semeru menjadi salah satu favorit
para pendaki. Dibutuhkan waktu sekitar 4-5 hari pergi-pulang untuk bisa
sampai ke puncaknya yang diberinama Mahameru.
7. Gunung Rinjani (3.726 mdpl)
Di posisi ke-7 sebagai gunung tertinggi di Indonesia adalah Gunung
Rinjani. Bersama-sama dengan Gunung Sanggar, Rinjani terletak di Pulau
Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunung merapi tertinggi kedua di
Indonesia ini menjadi favorit para pendaki. Disepanjang perjalanan
mencapai puncak, gunung Rinjani menawarkan keindahan pemandangan dan
udara sejuk khas pegunungan. Gunung Rinjani menjadi salah objek wisata
andalan di Pulau Lombok, tidak kurang dari 100 ribu orang/tahun
mengunjungi gunung ini. Apalagi pemerintah juga telah menetapkannya
sebagai kawasan taman nasional.
6. Gunung Kerinci (3.805 mdpl)
Di urutan ke-6 sebagai gunung tertinggi di Indonesia ditempati oleh
gunung Kerinci. Gunung yang terletak di Provinsi Jambi ini berdiri tegak
dengan tinggi 3.805 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung tertinggi
di Pulau Sumatera dan menjadi gunung api tertinggi di Indonesia. Di
gunung ini terdapat kawah seluas 400 x 120 meter dengan airnya yang
berwarna hijau. Untuk mencapai puncaknya, maka para pendaki dapat
menempuh jalur darat dari Jambi menuju melalui Bangko. Para pengunjung
akan dimanjakan oleh keindahan panorama serta kekayaan flora dan fauna
khas gunung Kerinci. Jika mencapai puncak, samudra Hindia yang luas bisa
terlihat dengan jelas.
5. Gunung Yamin (4.595 mdpl)
Urutan selanjutnya dalam daftar gunung tertinggi di Indonesia adalah
Gunung Yamin. Dengan tinggi sekitar 4595 meter dari permukaan laut,
gunung Yamin menjadi gunung tertinggi ke-6 di Indonesia. Gunung Yamin
terletak di Pulau Papua, membentang mulai dari Papua Barat hingga ke
negara tetangga, Papua Nugini. Gunung Yamin menjadi salah satu puncak di
deretan pegunungan Jayawijaya yang diselimuti salju.
4. Puncak Idenberg / Ngga Pilimsit / Merah Putih (4.626 mdpl)
Salah satu gunung yang ada di Papua memiliki puncak yang bernama Puncak
Idenburg. Puncak yang memiliki tinggi 4.626 meter dari permukaan laut
ini adalah puncak tertinggi ke-4 di Indonesia. Salah satu puncak yang
paling sulit ditaklukkan oleh para pendaki Indonesia. Namun, pada tahun
2009 sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Pecinta
Alam Universitas Katolik Parahyangan berhasil menaklukkannya. Untuk
mengenang keberhasilan tersebut, Puncak Idenburg berganti nama menjadi
Puncak Merah Putih.
3. Puncak Trikora / Ettiakup (4.751 mdpl)
Di urutan selanjutnya sebagai gunung tertinggi di Indonesia adalah
Puncak Trikora. Salah satu gunung yang terdapat di Provinsi Papua Barat
yang berdiri tegak setinggi 4.751 meter dari permukaan laut. Dengan
tinggi tersebut, puncak trikora menjadi gunung tertinggi ke-3 di
Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda, puncak ini diberinama Puncak
Wilhelmina. Jalur menuju puncak yang keras membuat para pendaki selalu
tertantang untuk menaklukkannya. Suhu di puncak ini bisa mencapai 3
derajat celcius yang bisa membekukan para pendaki. Puncak ini terakhir
kali ditaklukkan pada tahun 2016 oleh Tim Ekspedisi Sumpah Pemuda
Universitas Negeri Jakarta.
2. Puncak Mandala (4.760 mdpl)
Pulau Papua memang sangat kaya dengan puncak-puncak gunung tertinggi. Di
urutan ke-2 sebagai gunung tertinggi di Indonesia ditempati oleh Puncak
Mandala yang berdiri tegak setinggi 4.760 meter dari permukaan laut
(mdpl). Gunung ini masih merupakan gabungan dari puncak-puncak yang
berada pada pegunungan Jayawijaya. Suhu yang rendah membuat puncak ini
selalu diselimuti salju. Namun, saat ini luasan salju terus berkurang
akibat dari pemanasan global.
1. Puncak Jaya / Carstensz Pyramid (4.884 mdpl)
Nah, sampailah kita pada gunung tertinggi di antara semua gunung yang
ada di Indonesia. Predikat ini dimiliki oleh sebuah puncak yang ada di
Pulau Papua yang bernama Puncak Jaya atau Cartenzs Pyramid. Berada pada
barisan Sudirman, puncak ini berdiri tegak dengan tinggi 4.884 meter
dari permukaan laut. Puncak Jaya sangat populer hingga ke mancanegara
karena menjadi salah satu dari tujuh puncak dunia (Seven Summits). Nama
Cartenzs merujuk kepada sebuah ekspedisi yang diprakarsai oleh Belanda
pada tahun 1936 yang berhasil mencapai puncak ini. Selanjutnya, pada
tahun 1963 berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu berganti
nama menjadi Puncak Jaya.